SMK PONTREN DARUSSALAM DEMAK

~Siap Mencetak Lulusan Yang Berkompeten Dibidangnya~

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING DI SMK PONTREN DARUSSALAM DEMAK
225_20160913092013

     Pendidik merupakan sebutan untuk seseorang yang berprofesi atau berperan sebagai seorang pendidik, atau orang yang mendidik. Dalam pandangan penelitian ini yang dimaksudkan adalah guru matematika sekolah menengah kejuruan.  Dalam (UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005, n.d.) pasal 4 dikatakan bahwa guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guruatau pendidik antara lain sebagai fasilitator (facilitator), pemotivasi (motivator), pemacu perekayasa pembelajaran (to drive of instructional engginering), dan pemberi inspirasi belajar (inspiring learning) bagi peserta didik yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebagai fasilitator maka, seorang pendidik memiliki peran dalam memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada seluruh peserta didik, agar dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan (joyfull) gembira (happy/fun), penuh semangat (morale/anthusias), tidak cemas (unnervous), dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka (confident to open opinion).

       Sejak diumumkan oleh pemerintah pada pada awal Maret 2020 yang lalu mengenai kasus pertama Coronavirus Disease 2019. Covid-19 menyebar dan menular dengan begitu cepat, hingga menyebar ke seluruh negara termasuk Indonesia dihadapkan pada masa pandemi yang panjang hingga saat ini. Hampir seluruh sektor mengalami dampak akibat terjadinya pandemi ini, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Di sektor pendidikan, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) diajurkan untuk menerapkan kebijakan learning from home atau belajar dari rumah.

    Belajar dari rumah dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berdasarkan (Undang - Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003) pasal 1 ayat 15, menyatakan bahwa PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. Dalam pelaksanaannya terbagi menjadi dua jenis, yakni daring dan juga luring. Dimana PJJ daring dilakukan dalam jaringan sedangkan PJJ luring lakukan di luar jaringan. Satuan pendidikan boleh memilih salah satunya ataupun kedua – duanya dengan memperhatikan kesiapan, ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan tersebut.

     Dari pemaparan diatas, salah satu PJJ yaitu pembelajaran daring. Pembelajaran daring sendiri yaitu sistem pembelajaran yang dilaksanakan tanpa melakukan tatap muka secara langsung melainkan dilakukan secara online melalui sambungan internet. Biasanya menggunakan berbagai aplikasi online seperti, whatsApp, Telegram, Google Meet, Zoom Meeting, Google Clashroom, dan aplikasi lainnya. Meskipun sudah banyak aplikasi pendukung terlaksananya PJJ daring dalam pelaksanaanya masih ada kesulitan – kesulitan yang menghambat proses pembelajaran. Beberapa hambatan yang terjadi selama pembelajaran daring antara lain, kurang kesiapan sumber daya manusia, kurangnya sarana yang menunjang proses pembelajaran daring, khususnya dukungan teknologi dan jaringan internet (Fieka Nurul, 2020)

     Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Juliya & Herlambang, 2021) yakni ketiadaan fasilitas yang menunjang, sulit mengakses fasilitas internet, kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif, kesulitan dalam memahami konten materi serta merasa bosan dan suntuk dengan durasi pembelajaran daring yang lama.

     Dalam pembelajaran matematika secara daring sendiri pastinya ada banyak problematika tersendiri, lebih lagi dalam pembelajaran matematika. Masih banyak peserta didik yang sulit memahami konsep matematika. Seperti yang sudah dijelaskan oleh (Auliya, 2016) matematika memiliki karakteristik yang bersifat abstrak, logis, sistematis dengan banyak lambang dan rumus yang membingungkan. Hal ini yang memicu kebingungan dan ketidakpaham konsep matematika serta menurunkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran daring.

       Problematika pembelajaran matematika secara daring yang dirasakan oleh guru tidak serta merta kesalahan dari peserta didik ataupun guru tetapi juga keikut sertaan orang tua dalam mengawasi dan juga mendampingi peserta didik dalam pembelajaran di rumah. Sehingga ada kerjasama dari orangtua dan juga guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran daring agar terlaksana dengan baik.

      Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan di atas yang menjadi problematika guru dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PONTREN DARUSSALAM DEMAK secara daring adalah :

1.  Apa saja problematika guru yang dialami selama proses pembelajaran matematika secara daring?

2.  Bagaimana pemahaman konsep matematika pada peserta didik secara daring?

3.  Bagaimana motivasi dari peserta didik dalam pembelajaran matematika secara daring?


     Pada problematika pertama menunjukkan bahwa tidak semua siswa memiliki handphone (android) sehingga menyulitkan guru untuk mengkoordinir peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran, selain itu keterbatasan sinyal dan data menjadi salah satu permasalahan yang masih belum teratasi hingga saat ini.  Ada juga kendala yang dihadapi dalam pembelajaran pada masa pandemi covid-19 antara lain: terbatasnya penguasaan internet, kurangnya sarana dan prasarana, terbatasnya akses internet, dan pada masa darurat dana belum tersiapkan. Selain itu, sebagian orang tua peserta didik tidak memiliki perangkat handphone (android) atau komputer untuk menunjang pembelajaran daring. Hal inilah yang mengakibatkan guru mengalami kesulitan dalam memberikan materi atau bahan ajar kepada peserta didik, memberikan tugas serta dalam pengumpulan tugas. Selain itu, masih ada sebagian guru yang belum mengetahui cara menggunakan aplikasi-aplikasi terkini yang bisa membantu pendidik dalam kegiatan pembelajaran secara daring.  Mereka tidak mampu mengakses lebih jauh berkaitan dengan jaringan internet, menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran, membuat media/ video pembelajaran sendiri dan sebagaianya.

      Pada problematika kedua,  menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika pada peserta didik di SMK Pontren Darussalam Demak  terbilang rendah, hal ini dikarenakan sulitnya guru menyampaikan konsep matematika kepada siswa melalui media pembelajaran secara daring. Rendahnya pemahaman konsep matematika pada jenjang sebelumnya oleh peserta didik yang mengakibatkan guru harus selalu mengulang konsep sebelumnya sehingga dalam pembelajaran akan memakan waktu yang lama dan membuang waktu sehingga guru juga tidak dapat menjelasan materi baru sesuai dengan rencana pembelajaran.

     Rendahnaya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep matematika, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik eksternal guru maupun insternal peserta didik . Faktor eksternal yakni penjelasan dari guru terkait konsep matematika, bisa metode atau strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran. Faktor internal berasal dari peserta didik itu sendiri, bisa pola pemahaman, emosi dan sikap terhadap pelajaran matematika.

     Pada problematika ketiga menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik selama pembelajaran daring masih terbilang kurang, hal ini dikarenakan kurangnya pemantauan orang tua terhadap peserta didik dalam penggunaan handphone (android), sehingga sebagian peserta didik hanya memanfaatkan handphone (android) sebagai sarana bermain tanpa belajar. Oleh karena itu, pengawasan serta pola asuh orang tua sangat dibutuhkan untuk menambah motivasi belajar peserta didik selama melaksanakan pembelajaran dari rumah. Pola asuh yang tepat akan berdampak positif bagi peserta didik, sehingga pemanfaatan handphone (android) dan fasilitas daring dapat diaplikasikan secara maksimal.  faktor yang mempengaruhi motivasi belajar salah satunya adalah pola asuh yang selanjutnya akan menentukan kualitas hasil belajar peserta didik. Jadi, peran orang tua sangat membantu dalam membangkitkan motivasi belajar pada peserta didik.

Problematika pembelajaran matematika yang dilaksanakan secara daring secara umum masih terkendala pada ketersediaan sarana penunjang pembelajaran secara daring, terkendala dengan kuota internet dan juga sinyal yang masih kurang stabil serta sumber daya manusia yang kurang dalam penggunaan sarana pembelajaran yang ada sehingga pembelajaran daring terkesan kurang menarik.


Penulis : Jatmiko, S.Pd.